Setelah cukup penasarannya, saya akan membongkar identitas misterius alat ini.
Sebenarnya alat ini adalah... jreng jreng... sebuah mini router merk TP-Link type MR3020.

TPLink MR3020Hah, serius?
Barang gituan sih beli di toko komputer biasa juga bisa, gampang ditemukan dan harganya murah banget kan? Nah apa kubilang, benda ini layak jadi mainan para linux geek.
Jerohannya komputer, bisa diinstall Linux, pasang program dan service ini-itu, pasang USB hub (USB portnya kan cuman satoe?) lalu pasang perangkat berUSB, maka jadilah server mini multiguna.

MR3020 + FlashdiskTapi spesifikasinya sepertinya terbatas banget? Ya, terutama storage dan USB port. Namun semua itu bisa diatasi dengan memasang USB hub dan menambahkan USB disk (flashdisk). System bisa diatur supaya memindahkan root file system ke external storage setelah booting awal, istilahnya extRoot.

Apakah hanya tipe ini yang bisa dioprek sedahsyat itu? Nggak.
Masih banyak merk dan tipe lain yang bisa dijadikan mainan.

Lalu kenapa barang yang ini?

  • Pertama, punyanya ya ini. Inipun barang nemu, barang bekas teman yang aku beli murah.
  • Kedua, kecil, mungil, mengkithik, hehehe.... maksudnya kira-kira sama dengan kecil-kecil cabe rawit gitulah.
  • Ketiga harganya itu loh, kalau ketemu toko yang tepat (dealer) bisa dapat kurang dari 200ribu.

Sebenarnya ada sih yang lebih asyik, typenya MR3040. Isinya hampir sama dengan yang ini, tapi sudah ada batere internalnya. Jadi nggak usah pakai eksternal power, tapi.... kalau kita udah pakai USB hub dengan bermacam-macam peralatan yang kecolok pasti power pada USB portnya bisa keok, jadi tetap aja butuh external power buat kasih tenaga ke USB peripheralnya.

Oke, sekarang kita sudah tahu asal-usul utamanya, sekarang itu kan hanya router kecil, bagaimana dengan Linuxnya? apakah dari sononya sudah ada OS Linuxnya?
Kalau mengandalkan firmware bawaannya ya jelas hanya bisa difungsikan sebagai 3G router.
Jadi kita perlu mengganti firmware bawaannya dengan distro Linux yang sudah dirancang bisa bekerja dengan hardware ini, yaitu OpenWRT.
Loh, sama aja dong, OpenWRT kan distro buat router juga? Dasarnya sih iya, tapi ini kan distro Linux gitu loh, open source gitu loh, jadi tentu bisa diexpand lagi program ama fungsinya.

Ya, kita bahas nanti saja lah.
Berikutnya cerita cara gantiin firmwarenya jadi OpenWRT yah?

 

No comments

Leave your comment

In reply to Some User