Berdasarkan gejala yang kualami, aku masih merasa perlu untuk melakukan test Covid-19 untuk memastikan kalau yang kuderita ini bukan Covid-19. Untuk itu lagi-lagi kami berangkat ke Puskesmas Penjaringan untuk pemeriksaan ulang. Sampai sana ternyata keadaannya beda banget dengan hari minggu. Rame buanget, saking ramenya pendaftaran yang di dalam hanya untuk lansia saja, yang umum mendaftar di tenda luar bangunan. Untuk antrian pendaftaran saja ada seratusan orang. Itu pun antriannya duduk rapat dengan pasien-pasien lain, makin parahnya pasien yang ngantri itu banyak juga yang lepas masker. Apa ya nggak serem gitu, kalaupun waktu itu aku nggak positif, bisa jadi positif gara-gara ngantri.

Menimbang seremnya situasi di puskesmas itu, kami putuskan untuk pindah ke klinik AMC dimana fakses A BPJS aku terdaftar. Untungnya hari itu klinik buka, dan situasinya jauh berbeda dengan Puskesmas Penjaringan. Tidak terlalu ramai, tempatnya sejuk dan tertib. Oleh dokter klinik, aku disuruh rapid test di lab milik klinik itu juga. Setelah menunggu sebentar, hasil test keluar dan tadaaaaa...... diriku positif.

Obat Covid-19 yang diberi dari Puskesmas Urban Village, Pluit

Obat Covid-19 yang diberi dari Puskesmas Urban Village, Pluit.

 

Little bit shocked... karena seperti yang aku ceritakan sebelumnya, aku ada komorbid asma dan autoimun yang punya resiko tinggi bila sampai terpapar Covid-19. Jadi selama ini selalu berusaha menjaga diri supaya jangan sampai kena. Bahkan WFH pun aku lakukan semaksimal mungkin. Tapi ya mungkin ada saat-saat lalai atau sial, jadinya kena juga.

Begitu tahu aku positif, langsung kami membuat rencana isolasi diriku dari anggota keluarga yang lain. Begitu pulang, aku langsung menggunakan kamar anakku, dan anakku jadinya tidur dengan maminya dulu. Keperluan sehari-hari aku pindahkan ke kamar isolasi, seperti laptop, semua hape dan tablet serta kabel chargernya.  Istriku juga segera gerak cepat beli Oxycan di apotek Century yang berada di mall apartemen ini dan Oxymeter lewat online marketplace.  

Daftar Halaman

No thoughts on “Dengan komorbid, berjuang melawan Covid-19”

Leave your comment

In reply to Some User