Sediakan oxymeter dan thermometer, lebih bagus kalau ada tabung oksigen. Sering-sering lakukan pemantauan saturasi oksigen dan suhu tubuh. Kalau suhu tubuh tinggi dan terasa demam, minum Paracetamol. Kalau saturasi oksigen yang diukur dengan oxymeter di bawah 90, usahakan bisa dirawat di rumah sakit. Kalau tidak bisa dirawat di rumah sakit karena penuh, sediakan tabung oksigen paling nggak yang ukuran 1m3 (tinggi tabung kira2 75 cm). Terutama kalau ada bawaan asma seperti diriku. Kalau saturasi oksigen di bawah 95 atau terasa sesak, aku langsung menghirup oksigen tersebut. 

Usahakan banyak istirahat, baca dan nonton yang santai, lucu, ringan dan menghibur. Hati yang senang adalah obat, that is very true.

Siapkan botol air minum yang selalu terisi, stok masker, hand sanitizer dan kantong sampah yang cukup di dalam kamar. Setiap kali sebelum keluar kamar, gunakan hand sanitizer, dan pasang masker. Selalu gunakan masker di dalam rumah saat keluar kamar. Gunakan perangkat makan yang terpisah dari anggota keluarga, dan cuci sendiri dengan sabun yang banyak dan cukup lama peralatan makanan kamu.

Setelah mandi atau buang air, siram dan bersihkan kamar mandi kemudian semprot dengan disinfektan. Semprot barang-barang yang disentuh selama di kamar mandi. Sering kita nggak sadar kebiasaan kita di kamar mandi, yaitu batuk, kumur dan meludah di kamar mandi. Hal-hal itu yang potensial sekali menularkan Covid kita ke anggota keluarga lain. Usahakan kamar mandi tidak dimasuki anggota keluarga lain, sampai 10-30 menit setelah kita keluar. Pisahkan juga sikat gigi, gelas kumur dan handuk dari peralatan mandi anggota keluarga yang lain.

Kalau sudah situasi seperti ini, paranoid dan lebay sangat dianjurkan demi keselamatan keluarga kita. Banyak sekali kejadian Covid-19 menyebar dengan mudah kepada anggota keluarga. Karena itu lakukan tips yang aku beri sebelumnya itu.

Selain itu tips yang paling akhir tapi sangat wajib adalah doa. Kita harus rajin berdoa untuk minta kekuatan dan kesembuhan. Selain itu doa dari keluarga dan teman kita sangat manjur untuk membantu kesembuhan kita. Setiap hari teman-teman ikut memohonkan kesembuhanku dan saudara-saudara lainnya dalam doa komunitas mereka. Ada komunitas yang setiap hari doa Koronka untuk mereka yang sakit, ada juga yang Novena, dan lain-lain. Tetap dekat dengan ALLAH lur!

Untuk penyembuhan dari Covid-19 yang terutama adalah imun dan kesehatan tubuh, karena itu yang wajib adalah konsumsi:

  • Vitamin D 10.000 iu per hari
  • Vitamin C 1000 mg per hari, aku pakainya Ester-C supaya nggak naikin asam lambung.
  • Multivitamin yang mengandung vit B complex, vit E, Zinc, Magnesium (Becom Zet, Zegavit, Caviplex, dll.) 1 butir per hari,
  • Susu, setiap hari, minim 1 gelas sehari.
  • Telur, setiap hari minim 1 butir per hari.
  • Buah yang banyak, jangan yang asam seperti lemon, nanas atau juwet.
  • Daging yang banyak, sesuaikan jumlah dan jenis hewannya dengan kondisi kalau ada kolesterol, asam urat, dsb. 
  • Air yang banyak, minim 2,5 L per hari (12 gelas ukuran biasa).

 Suplemen yang mendukung peningkatan imun dan membantu penyembuhan:

  • Madu, apa aja lah yang ada. Nggak harus madu mahal apalagi yang dijual secara MLM seperti H*I, tapi kalau kamu punya duit lebih ya silahkan saja beli yang mahal. Hitung-hitung membantu meningkatkan kegiatan ekonomi bangsa.
  • Probiotik, aku minumnya Pro-Em1. 2 sendok makan, 2 kali sehari, diencerkan dan aku tambahin madu biar enak rasanya.
  • Transfer Factor (TF) 2x 2 butir per hari.
  • VCO (Virgin Coconut Oil), 3-4 sendok makan sehari. Ada yang sarankan konsumsinya saat perut kosong, sekitar 1 jam sebelum makan siang/malam.
  • Sarang burung untuk memperkuat paru-paru, terutama yang asma sepertiku.
  • Jamu herbal
  • Air elektrolit (Ponari Sweat, kumpulan keringatnya Ponari. Masih ingat nggak bocah Ponari?)
    Air kelapa juga bisa dianggap keluarga air elektrolit, aku minum banyak Kara Coco. Kebetulan masih cukup banyak stok Kara Coco di rumah.
  • Minyak Kayu Putih akan sangat membantu melegakan sistem pernafasan kita. Ada yang menyarankan untuk meneteskan minyak kayu putih ke masker kita supaya efeknya bisa dinikmati dalam waktu cukup lama. Hal ini boleh dilakukan pada masker kain, KN-95 atau N-95. Tapi jangan pada masker medis, karena minyak kayu putih dapat melelehkan dan merusak struktur filter pada masker medis yang menyebabkan pori-pori masker menjadi rusak dan virus dapat dengant mudah lewat masker terebut. Akibatnya masker medis yang ditetesi minyak kayu putih akan menjadi tidak efektif melindungi kita dan keluarga.
  • Lian Hua 2x 3 butir per hari. Jangan kebanyakan karena punya pengaruh terhadap maag.

Sarang burung walet, bukan sarung atau CD ya.

Sarang burung dengan madu, bukan sarung atau CD ya.

Obat sesuai gejala dan kondisi, perlu dikonsultasikan dengan dokter masing-masing:

  • Antivirus, yang aku minum adalah Fluvir
    1 tablet, 1x per hari. Seharusnya selama 5 hari saja, tapi karena setelah 5 hari aku masih bergejala, maka oleh teman dokter disuruh lanjutkan sampai 10 hari.
    Rekomendasi umumnya sih untuk yang gejala ringan minumnya Favipiravir. Untuk Fluvir atau yang sebangsanya (Oseltamivir Phospate) perlu rekomendasi dari dokter dulu.
  • Antibiotik, yang aku minum adalah Azithromycin
    1 tablet, 2x per hari. Seharusnya selama 5 hari saja, tapi karena setelah 5 hari aku masih bergejala, maka oleh teman dokter disuruh lanjutkan sampai 10 hari.
    Dari puskesmas, aku diberi Amoxicillin, tapi oleh dokter diganti Azithromycin. Jadi yang Amoxicillin nggak aku minum.
  • Paracetamol sebagai obat demam dan penahan rasa sakit/nyeri. Yang aku minum adalah Sanmol.
    1 tablet, 3-5 kali sehari, kalau terasa demam atau suhu badan tinggi. Jarak antar minum paracetamol paling dekat 4 jam. 
  • Untuk pilek, dan pengencer dahak aku pakai Fluimucil. Kalau yang diberi dari puskesmas adalah CTM (celestamine).
    1 tablet, 2x sehari. Sesuaikan dosisnya dengan anjuran dokter.
  • Boleh disiapkan Dexamethason untuk jaga-jaga di hari ke 8-10 kalau terjadi badai sitokin untuk meregulasi sistem pertahanan tubuh. Penggunaannya sesuaikan petunjuk dokter ya, tapi lebih baik disiapkan 3-5 strip supaya saat perlu sudah ada. 
  • Untuk Ivermectin, saat aku baru mulai positif obat ini masih kontroversial banget dan masih meragukan. Setelah sekitar seminggu, trennya baru mulai positif diterima masyarakat, namun masih tarik ulur dengan BPOM. Jadi aku putuskan, nggak usah dulu minum Ivermectin sampai benar-benar jelas manfaat dan resikonya.

Aktivitas dan rutinitas, yang paling dominan adalah istirahat, nonton, belajar, baca buku dan bergurau:

  1. Bangun pagi, minum yang banyak.
  2. Cek saturasi oksigen, tekanan darah, dll.
  3. Setelah itu sarapan, dan minum susu.
  4. 30-60 menit kemudian minum Fluvir, Azithromycin, paracetamol, Fluimucil, Transfer Factor, Vitamin D 5000 iu, Vitamin C, dan multivitamin.
  5. Lanjut jemur, kebetulan matahari sempat ngintip lewat jendela pas panasnya di kasur. Jadi aku jemurnya di kasur aja sambil istirahat.
  6. Kemudian minum jamu herbal dengan madu dan probiotik.
  7. Istirahat lagi.
  8. Latihan pernafasan dan proning.
  9. Cek saturasi oksigen, tekanan darah, dll.
  10. Menghirup larutan NaCl menggunakan nebulizer.
  11. Istirahat
  12. Makan siang, makan telur rebus dan pisang.
  13. 30-60 menit kemudian, minum paracetamol, Lian hua dan suplemen lainnya.
  14. Belajar, nonton, istirahat
  15. Latihan pernafasan dan proning.
  16. Cek saturasi oksigen, tekanan darah, dll.
  17. Minum sarang burung dengan madu.
  18. Nyemil.
  19. Nonton, istirahat
  20. Makan malam
  21. 30-60 menit kemudian minum Azithromycin, paracetamol, Vit D 5000 iu, Vit C, transfer factor, Lian hua dan suplemen lainnya.
  22. 30-60 menit kemudian minum jamu herbal dengan madu dan probiotik.
  23. Nonton atau baca buku.
  24. Tidur

Daftar Halaman

No thoughts on “Dengan komorbid, berjuang melawan Covid-19”

Leave your comment

In reply to Some User