Sebelum kena Covid-19 ini, asmaku bisa diatasi dengan 2 kali sehari, semprotan obat kontrol yaitu Fluticasone Furoate 25/125 (merk kadang pakai Seretide, kadan Flutias). Ada juga semprotan lain untuk mengatasi alergi di hidung, tapi nggak ada kaitannya dengan asmaku. Cukup dengan semprotan 2 kali sehari, sesak tidak muncul sama sekali pada hari itu, kecuali ada pemicu yang berat seperti debunya pasir kucing, bau menyengat, bulu kucing yang berlimpah, atau debu lain.

Setelah kena Covid-19, walau sudah 2 kali semprot obat kontrol tersebut, aku masih sering merasa sesak. Penanganan gejala sesak itu aku semprot dengan Salbutamol (Ventolin). Karena sesaknya sering, semprotan tersebut bisa sampai 4-6 kali sehari pada 5 hari pertama, kemudian berkurang sekitar 3-4 kali sampai sekitar hari ke 10. Selanjutnya berkurang sekitar 2-3 kali sehari hingga kira-kira hari ke 15. Kemudian sampai kemarin, kambuhnya asma dan semprotan Ventolin sekitar 1-2 kali sehari.

Pada hari ini, sesak masih terasa sih, tapi ringan dan tidak membuatku merasa perlu sempro Ventolin. Dan sampai malam sebelum tidur, aku berhasil melewati hari tanpa semprot Ventolin sama sekali... yay! Semoga besok dan hari-hari berikutnya aku nggak perlu semprot Ventolin seperti sebelum kena Covid ini ya.

Suplemen yang masih ada terus dikonsumsi, vitamin C, vitamin D dan multivitamin juga masih terus lanjut. Kayaknya vitamin-vitamin itu akan terus aku konsumsi untuk waktu yang lama deh. Sepertinya efeknya cukup bagus buat tubuhku. Sebelumnya sih vit c dan multivitamin sudah rutin juga harian, hanya vit D itu yang setelah naik daun dan sudah aku pelajari, jadi merasa perlu juga.     

Daftar Halaman

No thoughts on “Dengan komorbid, berjuang melawan Covid-19”

Leave your comment

In reply to Some User