Sebuah sekolah SBI + berbasis IT (International jek!), waktu penerimaan murid mengatakan kepada orangtuanya :
"Karena sekolah ini SBI dan berbasis IT, jadi diharapkan siswa-siswi memiliki laptop sendiri". Ortu temanku sempat kelimpungan untuk belikan laptop lagi buat anaknya. 

        Setelah beberapa bulan, aku iseng tanya-tanya, bagaimana sistem belajar berbasis IT-nya. Ortunya jawab, "Iya, itu laptopnya dipakai buat pelajaran IT, belajar Corel Draw".

Aku tanya programnya install sendiri?, ternyata jawabnya diinstallkan gurunya (Jreng... gurunya ngajarin membajak!!!). 

        Lalu, bagaimana pelajaran yang lain? Ya laptopnya cuman buat pelajaran IT itu! Lab. komputer sekolahnya ternyata nggak kuat untuk pakai Corel Draw, jadi laptopnya tujuannya hanya untuk fasilitas praktikum IT.
Bagaimana buku sekolah? tetap saja beli dan harus bawa buku paket dan tulis, nggak ada yang namanya e-book, e-learning, etc.

        Geez, ngakunya sekolah berbasis IT, kelas SBI lagi, laptop buat apa? Tentu yang utama kasih image kelas International di kalangan orang tua saat penerimaan siswa. Toh kita-kita dan kalian-kalian orang tua kan buta sama konsep SBI dan berbasis IT. Digoblokin pihak sekolah (yang mungkin juga secara kualitas ilmu IT juga masih goblok) mana tahu? Pasti nurut saja kan, yang penting anak saya sekolah yang SBI. Masalah anaknya bakal beneran siap tempur di medan internasional apa nggak, mana saya tahu?